loading...

Tuesday, May 30, 2017

Dharmagita


Dharmagita
I.     Pengertian
II.   Jenis-jenis Dharmagita
III. Fungsi Dharmagita
IV. Tujuan dharmagita
V.   Materi Dharmagita
VI. Bahasa

I. Pengertian

Secara etimologi Dharma Gita berasal dari dua kata,yaitu: Kata dharma yang artinya; Agama, kebenaran yang abadi (bersumber pada veda yang meliputi: tattwa, susila, upacara). Gita artinya nyanyian , lagu suci kerohanian yang luhur. Jadi dharma gita adalah nyanyian suci, yang didalamnya terkandung ajaran keagamaan.

II. Jenis-jenis dharma gita


1. SEKAR RARE
Sekar rare ini biasanya dinyanyikan disaat mengasuh bayi atau balita. Agar tidak rewel. Atau bisa juga merupakan nyanyian untuk menidurkan si kecil. Atau nyanyian yang dipergunakan dalam mengiringi permainan rakyat. Nyanyian anak-anak ini tidak terikat oleh Padalingsa, ataupun Guru Lagu.

Contohnya:
Putri Cening Ayu (Karya NN )

Putri cening ayu
Ngijeng cening jumah
Meme luas malu
Kapeken mablanja
Apang ada darang nasi
Juru Pencar (Karya NN )

Juru pencar juru pencar
Mai jalan mencar ngejuk be
Be gede-gede be gede-gede
Di sawane ajaka liu.
Semut-semut Api (Karya NN )

Semut-semut api kija ambain mulih
Tembok bolong saling atat saling pentil
Katipat ane pasil
Ebene dongkang kipa
Enggok-enggok cunguh besil
Meong-meong (Karya NN )

Meong meong alih je bikule
Bikul gede-gede
Buin mokoh-mokoh
Kereng pesan ngarusuhin
Juk meng juk kul juk meng juk kul


2. SEKAR ALIT
Jumlah baris syair dalam sekar alit bersifat baku,disesuaikan dengan jenis pupuhnya.Sekar alit juga diikat oleh pada lingsa (jumlah suku kata serta rima dalam suatu baris syair)Sekar Alit disebut juga geguritan: berupa pupuh/ tembang macapat yang isinya adalah ajaran agama.

Macam-macam pupuh sekar alit: 

a. Sinom
Pupuh Sinom terdiri dari 10 baris. Baris pertama pada lingsanya 8a ( 8 suku kata berakhir vokal a).Baris ke dua pada lingsanya 8i,baris ke tiga pada lingsanya 8a, baris ke empat pada lingsanya 8i, baris ke lima pada lingsanya 8i, baris ke enam pada lingsanya 8u, baris ke tujuh pada lingsanya 8a, baris ke delapan 8i,baris ke sembilan pada lingsanya 4u, baris ke sepuluh pada lingsanya 8a.

b. Ginanti
Pupuh Ginanti terdiri dari 6 baris. Baris pertama pada lingsanya 8u ( 8 suku kata berakhir vokal u).Baris ke dua pada lingsanya 8i,baris ke tiga pada lingsanya 8a, baris ke empat pada lingsanya 8i, baris ke lima pada lingsanya 8a, baris ke enam pada lingsanya 8i.

c. Semarandhana
d. Durma
Pupuh Durma terdiri dari 7 baris. Baris pertama pada lingsanya 12a ( 12 suku kata berakhir vokal a).Baris ke dua pada lingsanya 7i,baris ke tiga pada lingsanya 6a, baris ke empat pada lingsanya 5a, baris ke lima pada lingsanya 8i, baris ke enam pada lingsanya 4a , baris ke tujuh pada lingsanya 7i.

e. Pucung
Pupuh Pucung terdiri dari 6 baris. Baris pertama pada lingsanya 4u ( 4 suku kata berakhir vokal u).Baris ke dua pada lingsanya 8u,baris ke tiga pada lingsanya 6a, baris ke empat pada lingsanya 8i, baris ke lima pada lingsanya 4u, baris ke enam pada lingsanya 8a.

f. Dandang gula
g. Pangkur
Pupuh Pangkur terdiri dari 7 baris. Baris pertama pada lingsanya 8a ( 8 suku kata berakhir vokal a).Baris ke dua pada lingsanya 11i,baris ke tiga pada lingsanya 8u, baris ke empat pada lingsanya 8a, baris ke lima pada lingsanya 12u, baris ke enam pada lingsanya 8a, baris ke tujuh pada lingsanya 8i.

h. Maskumambang
Pupuh Maskumambang terdiri dari 4 baris. Baris pertama pada lingsanya 12i ( 12 suku kata berakhir vokal i).Baris ke dua pada lingsanya 6a,baris ke tiga pada lingsanya 8u, baris ke empat pada lingsanya 8a.

i. Ginada
Pupuh Ginada terdiri dari 7 baris. Baris pertama pada lingsanya 8a ( 8 suku kata berakhir vokal a).Baris ke dua pada lingsanya 8i,baris ke tiga pada lingsanya 8a, baris ke empat pada lingsanya 8u, baris ke lima pada lingsanya 8a, baris ke enam pada lingsanya 4i, baris ke tujuh pada lingsanya 8a.
j. Mijil
Pupuh Mijil terdiri dari 6 baris. Baris pertama pada lingsanya 10i ( 10 suku kata berakhir vokal i).Baris ke dua pada lingsanya 6o,baris ke tiga pada lingsanya 10e, baris ke empat pada lingsanya 10i, baris ke lima pada lingsanya 6i, baris ke enam pada lingsanya 6u.
Pupuh Sinom

Panca Saradha (Karya NN )

1. Pa-ku-kuh da-sar a-ga-ma (8a)
2. Pan-ca sa-ra-dha ka-da-nin (8i)
3. Sa-ne la-li-ma pu-ni-ka (8a)
4. Brah-ma sa-ne ka-ping si-ki (8i)
5. At-ma sa-ne ka-ping ka-lih (8i)
6. Kar-ma ka-ping te-lu mung-guh (8u)
7. Sam-sa-ra-ne ka-ping em-pat (8a)
8. Mok-sa ka-ping li-ma sa-mi (8i)
9. Buat sa-su-duk (4u)
10. Ba-pa ja-ni ma-ra ta-tas (8a)
Pupuh Ginanti

Pitutur Guru (Karya NN )

1. Sa-king tu-hu ma-nah gu-ru (8u)
2. Mi-tu-tu-rin ce-ning ja-ni (8i)
3. Ka-wru-he lu-wir san-ja-ta (8a)
4. Ne da-di pra-bo-tang sa-i (8i)
5. Ka-ang-gen nga-ru-ruh mer-ta (8a)
6. sa-e-nun ce-ni-nge u-rip (8i)

Pupuh Durma

Durma (Karya NN )

1. Ca-i dur-ma pia-nak ba-pa pa-ling wa-yah (12a)
2. Tum-bu-he ka-sih a-sih (7i)
3. Ka-ting-ga-lan bi-ang (6a)
4. Jumah cening apang me-lah (5a)
5. Ba-pa lu-as na-ngun ker-ti (8i)
6. Ka-gu-nung alas (4a)
7. I-de-pang ba-pa ma-ti (7i)
Pupuh Pucung

Bibi Anu (Karya NN )

1. Bi-bi a-nu (4u)
2. La-mun pa-yu lu-as man-dus (8u)
3. An-te-nge te-ke-kang (6a)
4. Yat-na-in nga-ba ma-sui (8i)
5. Ti-uk pun-tul (4u)
6. Ba-wang ang-gon pa-si-ke-pan (8a)


Pupuh Pangkur

I Buaya Masolah (Karya NN )

1. Pan su-ka mung-guh ring gi-ta (8a)
2. Ka-la ling-sir bu-dal ngung-si ne-ga-ri (11i)
3. Sar-wi mak-ta re-bab gam-buh (8u)
4. Ring mar-gi-ne pa-nes pi-san (8a)
5. Lang-kung a-rang ta-ru-ne sa-ne ka-du-lu (12u)
6. Pa-mar-gin-nya sam-pun jam-bat (8a)
7. Le-sun-nya ne tan si-ni-pi (8i)
Pupuh Ginada

Eda Ngaden Awak Bisa (Karya NN )

1. E-da nga-den a-wak bi-sa (8a)
2. De-pang a-nak-ke nga-da-nin (8i)
3. Ge-gi-na-ne bu-ka nyam-pat (8a)
4. A-nak sa-i tum-buh lu-hu (8u)
5. I-lang Lu-hu e-buk ka-tah (8a)
6. Wya-din ri-rih (4i)
7. Li-yu e-nu pa-pla-ja-han (8a)

Pupuh Maskumambang

1. Mas-ku-mam-bang ta-luh dong-kang da-di becing (12i)
2. Te-me-lu-ke ko-cap (6a)
3. Da-di le-gu-ne ma-ta-luh (8u)
4. Bo-bo-re da-di a-nyu-ngah (8a)

Pupuh Mijil

Dadong Dauh (Karya NN )

1. Da-dong da-uh nge-lah si-ap pu-tih (10i)
2. Ba ma-ta-luh re-ko (6o)
3. Mi-nab a-da li-mo-las ta-luh-ne (10e)
4. Na-nging la-cur a-da nak ne-pu-kin (10i)
5. A-nak ce-rik-ce-rik (6i)
6. Li-wat ru-sit i-pun (6u)


3. SEKAR MADYA
Disebut sekar madya karena merupakan peralihan antara sekar alit dan sekar agung,Sekar alit menonjolkan keindahan nada sedangkan sekar agung menekankan isi (tattwa agama) sedangkan sekar madya diantaranya.sekar madya ini juga terikat oleh pada lingsa dan guru lagu.

Macam-macam kidung sekar madya:

a. Kidung dewa yadnya
b. Kidung butha yadnya
c. Kidung manusa yadnya
d. Kidung pitra yadnaya
e. Kidung rsi yadnya

Contoh kidung Dewa Yadnya
Kawitan Wargasari

Purwakaning (Karya NN )

Purwakaning angripta rum
Ning wana wukir
Kahadang labuh kartika
Panedengin sari
Pngayom tanggluli ketur
Angringring jangga mure.

Pupuh Wargasari

Ida Ratu Saking Luhur (Karya NN )

Ida Ratu sakeng luhur
Kahula nunas lugrane
Mangda sampun titiang tandruh
Mengayat Bhatara mangkin
Titiang ngaturang pejati
Banten suci lan daksina
Sami sampun puput
Pretingkahing saji.


Contoh kidung Bhuta Yadnya

Pupuh Jerum/rikala mecaru (Karya NN )

Tangeh anamun turida
Salimur tan kasalimur
Pakerti abayeng dangu
Tumuwuh anadi wong
Rasa tan kadi ageman
Marmanira misreng kidung
Tan anutin pupuh basa
Pina ewa de sang wiku

Contoh kidung Manusa Yadnya (rikala mapetik)

Kidung malat rasmi bawak (Karya NN )

Asahur sembah sira panji
Sama lungguhing patani
Danta nawun mahisa
Wangkawa kinen angambil gunting

Contoh kidung Pitra Yadnya

Rikala kasetra/wirama Indrawangsa/Swandewi (Karya NN )

Mamwit narendratmaja
Ring tapowana manganjali
Ryyagraningindra Parwata
Tan wismreti sangka nikang
Hayun teka
Swabhawa sang sajjanarakwa
Mangkana

Contoh kidung Rsi Yadnya

Kidung Tantri tatkala padiksaan/mawinten (Karya NN )

Aswa memurihang bukti
Away gila pamyakteng suci
Campur samya jnanaputusing
Sarwa budhi yan ring Siwa
Suda sri danta padan ipune
Ringring ayu pantan rwa
Sang hredi tri aksara
Temah ongkara tri kona
Ri wekasing tuduh


4. SEKAR AGUNG
Biasanya sekar agung memuat cerita kepahlawana ("Wira carita"). Sekar agung sesuai istilahnya adalah yang paling agung atau luhur. Karena paling sarat dengan muatan agama yang bersumber dari veda. Sekar agung ini sangat lekat dengan pakem yaitu mesti mengikuti "Guru lagu".

Yang termasuk sekar agung adalah:
1.Palawakya, seperti pembaca sloka sarasamuccaya
2.Kekawin, seperti Ramayana, Bharatayudha, Arjuna wiwaha, Lubdaka,Semaradhana

Adapun pujangga yang menciptakan karya-karya diatas adalah sebagai berikut:
1. Kekawin Ramayana karya Mpu Yogi Swara
2. Bharata yudha karya Mpu Sedah & Empu Panuluh
3. Arjuna Wiwaha karya Empu Kanwa
4. Lubdhaka karya Empu Tanakung
5. Semaradhana karya Empu Darmaja


III.Fungsi dharma gita
1. Untuk memuja Ida Sanghyang Widhi
2. Sebagai media memasyarakatkan ajaran agama
3. Untuk memotivasi umat mencintai agamanya

IV. Tujuan dharma gita
1. Untuk memasyarakatkan ajaran agama lewat media seni suara
2. Untuk memberi sentuhan rasa ksucian & kekhusukan dalam pelaksanaan upacara agama
3. Untuk memberi dorongan kepada kita agar menghargai karya seni dan lebih mencintai kebudayaan warisan leluhur berupa seni surara.

V. Materi dharma gita
Dharma gita diabadikan kepada keagungan agama ,materinya bersumber pada kitab suci veda. Dharma gita merupakan hasil karya yang sangat luhur,oleh kerena itu selalu sesuai dengan jaman.

VI. Bahasa
1. Bahasa sansekerta (palawakya)
2. Bahasa jawa kuno ( kekawin )
3. Bahasa daerah setempat /bali (sekar alit)
4. Bahasa indonesia
Terakhir diperbaharui: March 02 2015 12:20:32. 


BACA JUGA:

KESUSASTRAAN TEMBANG (Sekar Rare, Alit, Madia, Agung)
Lirik Lagu Anak-Anak (Gending Rare) Daerah Bali
Nilai-Nilai Karakter yang Terdapat dalam Sekar Rare


DOWNLOAD
atau

No comments:

Post a Comment