loading...

Tuesday, May 30, 2017

Dharmagita


Dharmagita
I.     Pengertian
II.   Jenis-jenis Dharmagita
III. Fungsi Dharmagita
IV. Tujuan dharmagita
V.   Materi Dharmagita
VI. Bahasa

I. Pengertian

Secara etimologi Dharma Gita berasal dari dua kata,yaitu: Kata dharma yang artinya; Agama, kebenaran yang abadi (bersumber pada veda yang meliputi: tattwa, susila, upacara). Gita artinya nyanyian , lagu suci kerohanian yang luhur. Jadi dharma gita adalah nyanyian suci, yang didalamnya terkandung ajaran keagamaan.

II. Jenis-jenis dharma gita


1. SEKAR RARE
Sekar rare ini biasanya dinyanyikan disaat mengasuh bayi atau balita. Agar tidak rewel. Atau bisa juga merupakan nyanyian untuk menidurkan si kecil. Atau nyanyian yang dipergunakan dalam mengiringi permainan rakyat. Nyanyian anak-anak ini tidak terikat oleh Padalingsa, ataupun Guru Lagu.

Contohnya:
Putri Cening Ayu (Karya NN )

Putri cening ayu
Ngijeng cening jumah
Meme luas malu
Kapeken mablanja
Apang ada darang nasi
Juru Pencar (Karya NN )

Juru pencar juru pencar
Mai jalan mencar ngejuk be
Be gede-gede be gede-gede
Di sawane ajaka liu.
Semut-semut Api (Karya NN )

Semut-semut api kija ambain mulih
Tembok bolong saling atat saling pentil
Katipat ane pasil
Ebene dongkang kipa
Enggok-enggok cunguh besil
Meong-meong (Karya NN )

Meong meong alih je bikule
Bikul gede-gede
Buin mokoh-mokoh
Kereng pesan ngarusuhin
Juk meng juk kul juk meng juk kul


2. SEKAR ALIT
Jumlah baris syair dalam sekar alit bersifat baku,disesuaikan dengan jenis pupuhnya.Sekar alit juga diikat oleh pada lingsa (jumlah suku kata serta rima dalam suatu baris syair)Sekar Alit disebut juga geguritan: berupa pupuh/ tembang macapat yang isinya adalah ajaran agama.

Macam-macam pupuh sekar alit: 

a. Sinom
Pupuh Sinom terdiri dari 10 baris. Baris pertama pada lingsanya 8a ( 8 suku kata berakhir vokal a).Baris ke dua pada lingsanya 8i,baris ke tiga pada lingsanya 8a, baris ke empat pada lingsanya 8i, baris ke lima pada lingsanya 8i, baris ke enam pada lingsanya 8u, baris ke tujuh pada lingsanya 8a, baris ke delapan 8i,baris ke sembilan pada lingsanya 4u, baris ke sepuluh pada lingsanya 8a.

b. Ginanti
Pupuh Ginanti terdiri dari 6 baris. Baris pertama pada lingsanya 8u ( 8 suku kata berakhir vokal u).Baris ke dua pada lingsanya 8i,baris ke tiga pada lingsanya 8a, baris ke empat pada lingsanya 8i, baris ke lima pada lingsanya 8a, baris ke enam pada lingsanya 8i.

c. Semarandhana
d. Durma
Pupuh Durma terdiri dari 7 baris. Baris pertama pada lingsanya 12a ( 12 suku kata berakhir vokal a).Baris ke dua pada lingsanya 7i,baris ke tiga pada lingsanya 6a, baris ke empat pada lingsanya 5a, baris ke lima pada lingsanya 8i, baris ke enam pada lingsanya 4a , baris ke tujuh pada lingsanya 7i.

e. Pucung
Pupuh Pucung terdiri dari 6 baris. Baris pertama pada lingsanya 4u ( 4 suku kata berakhir vokal u).Baris ke dua pada lingsanya 8u,baris ke tiga pada lingsanya 6a, baris ke empat pada lingsanya 8i, baris ke lima pada lingsanya 4u, baris ke enam pada lingsanya 8a.

f. Dandang gula
g. Pangkur
Pupuh Pangkur terdiri dari 7 baris. Baris pertama pada lingsanya 8a ( 8 suku kata berakhir vokal a).Baris ke dua pada lingsanya 11i,baris ke tiga pada lingsanya 8u, baris ke empat pada lingsanya 8a, baris ke lima pada lingsanya 12u, baris ke enam pada lingsanya 8a, baris ke tujuh pada lingsanya 8i.

h. Maskumambang
Pupuh Maskumambang terdiri dari 4 baris. Baris pertama pada lingsanya 12i ( 12 suku kata berakhir vokal i).Baris ke dua pada lingsanya 6a,baris ke tiga pada lingsanya 8u, baris ke empat pada lingsanya 8a.

i. Ginada
Pupuh Ginada terdiri dari 7 baris. Baris pertama pada lingsanya 8a ( 8 suku kata berakhir vokal a).Baris ke dua pada lingsanya 8i,baris ke tiga pada lingsanya 8a, baris ke empat pada lingsanya 8u, baris ke lima pada lingsanya 8a, baris ke enam pada lingsanya 4i, baris ke tujuh pada lingsanya 8a.
j. Mijil
Pupuh Mijil terdiri dari 6 baris. Baris pertama pada lingsanya 10i ( 10 suku kata berakhir vokal i).Baris ke dua pada lingsanya 6o,baris ke tiga pada lingsanya 10e, baris ke empat pada lingsanya 10i, baris ke lima pada lingsanya 6i, baris ke enam pada lingsanya 6u.
Pupuh Sinom

Panca Saradha (Karya NN )

1. Pa-ku-kuh da-sar a-ga-ma (8a)
2. Pan-ca sa-ra-dha ka-da-nin (8i)
3. Sa-ne la-li-ma pu-ni-ka (8a)
4. Brah-ma sa-ne ka-ping si-ki (8i)
5. At-ma sa-ne ka-ping ka-lih (8i)
6. Kar-ma ka-ping te-lu mung-guh (8u)
7. Sam-sa-ra-ne ka-ping em-pat (8a)
8. Mok-sa ka-ping li-ma sa-mi (8i)
9. Buat sa-su-duk (4u)
10. Ba-pa ja-ni ma-ra ta-tas (8a)
Pupuh Ginanti

Pitutur Guru (Karya NN )

1. Sa-king tu-hu ma-nah gu-ru (8u)
2. Mi-tu-tu-rin ce-ning ja-ni (8i)
3. Ka-wru-he lu-wir san-ja-ta (8a)
4. Ne da-di pra-bo-tang sa-i (8i)
5. Ka-ang-gen nga-ru-ruh mer-ta (8a)
6. sa-e-nun ce-ni-nge u-rip (8i)

Pupuh Durma

Durma (Karya NN )

1. Ca-i dur-ma pia-nak ba-pa pa-ling wa-yah (12a)
2. Tum-bu-he ka-sih a-sih (7i)
3. Ka-ting-ga-lan bi-ang (6a)
4. Jumah cening apang me-lah (5a)
5. Ba-pa lu-as na-ngun ker-ti (8i)
6. Ka-gu-nung alas (4a)
7. I-de-pang ba-pa ma-ti (7i)
Pupuh Pucung

Bibi Anu (Karya NN )

1. Bi-bi a-nu (4u)
2. La-mun pa-yu lu-as man-dus (8u)
3. An-te-nge te-ke-kang (6a)
4. Yat-na-in nga-ba ma-sui (8i)
5. Ti-uk pun-tul (4u)
6. Ba-wang ang-gon pa-si-ke-pan (8a)


Pupuh Pangkur

I Buaya Masolah (Karya NN )

1. Pan su-ka mung-guh ring gi-ta (8a)
2. Ka-la ling-sir bu-dal ngung-si ne-ga-ri (11i)
3. Sar-wi mak-ta re-bab gam-buh (8u)
4. Ring mar-gi-ne pa-nes pi-san (8a)
5. Lang-kung a-rang ta-ru-ne sa-ne ka-du-lu (12u)
6. Pa-mar-gin-nya sam-pun jam-bat (8a)
7. Le-sun-nya ne tan si-ni-pi (8i)
Pupuh Ginada

Eda Ngaden Awak Bisa (Karya NN )

1. E-da nga-den a-wak bi-sa (8a)
2. De-pang a-nak-ke nga-da-nin (8i)
3. Ge-gi-na-ne bu-ka nyam-pat (8a)
4. A-nak sa-i tum-buh lu-hu (8u)
5. I-lang Lu-hu e-buk ka-tah (8a)
6. Wya-din ri-rih (4i)
7. Li-yu e-nu pa-pla-ja-han (8a)

Pupuh Maskumambang

1. Mas-ku-mam-bang ta-luh dong-kang da-di becing (12i)
2. Te-me-lu-ke ko-cap (6a)
3. Da-di le-gu-ne ma-ta-luh (8u)
4. Bo-bo-re da-di a-nyu-ngah (8a)

Pupuh Mijil

Dadong Dauh (Karya NN )

1. Da-dong da-uh nge-lah si-ap pu-tih (10i)
2. Ba ma-ta-luh re-ko (6o)
3. Mi-nab a-da li-mo-las ta-luh-ne (10e)
4. Na-nging la-cur a-da nak ne-pu-kin (10i)
5. A-nak ce-rik-ce-rik (6i)
6. Li-wat ru-sit i-pun (6u)


3. SEKAR MADYA
Disebut sekar madya karena merupakan peralihan antara sekar alit dan sekar agung,Sekar alit menonjolkan keindahan nada sedangkan sekar agung menekankan isi (tattwa agama) sedangkan sekar madya diantaranya.sekar madya ini juga terikat oleh pada lingsa dan guru lagu.

Macam-macam kidung sekar madya:

a. Kidung dewa yadnya
b. Kidung butha yadnya
c. Kidung manusa yadnya
d. Kidung pitra yadnaya
e. Kidung rsi yadnya

Contoh kidung Dewa Yadnya
Kawitan Wargasari

Purwakaning (Karya NN )

Purwakaning angripta rum
Ning wana wukir
Kahadang labuh kartika
Panedengin sari
Pngayom tanggluli ketur
Angringring jangga mure.

Pupuh Wargasari

Ida Ratu Saking Luhur (Karya NN )

Ida Ratu sakeng luhur
Kahula nunas lugrane
Mangda sampun titiang tandruh
Mengayat Bhatara mangkin
Titiang ngaturang pejati
Banten suci lan daksina
Sami sampun puput
Pretingkahing saji.


Contoh kidung Bhuta Yadnya

Pupuh Jerum/rikala mecaru (Karya NN )

Tangeh anamun turida
Salimur tan kasalimur
Pakerti abayeng dangu
Tumuwuh anadi wong
Rasa tan kadi ageman
Marmanira misreng kidung
Tan anutin pupuh basa
Pina ewa de sang wiku

Contoh kidung Manusa Yadnya (rikala mapetik)

Kidung malat rasmi bawak (Karya NN )

Asahur sembah sira panji
Sama lungguhing patani
Danta nawun mahisa
Wangkawa kinen angambil gunting

Contoh kidung Pitra Yadnya

Rikala kasetra/wirama Indrawangsa/Swandewi (Karya NN )

Mamwit narendratmaja
Ring tapowana manganjali
Ryyagraningindra Parwata
Tan wismreti sangka nikang
Hayun teka
Swabhawa sang sajjanarakwa
Mangkana

Contoh kidung Rsi Yadnya

Kidung Tantri tatkala padiksaan/mawinten (Karya NN )

Aswa memurihang bukti
Away gila pamyakteng suci
Campur samya jnanaputusing
Sarwa budhi yan ring Siwa
Suda sri danta padan ipune
Ringring ayu pantan rwa
Sang hredi tri aksara
Temah ongkara tri kona
Ri wekasing tuduh


4. SEKAR AGUNG
Biasanya sekar agung memuat cerita kepahlawana ("Wira carita"). Sekar agung sesuai istilahnya adalah yang paling agung atau luhur. Karena paling sarat dengan muatan agama yang bersumber dari veda. Sekar agung ini sangat lekat dengan pakem yaitu mesti mengikuti "Guru lagu".

Yang termasuk sekar agung adalah:
1.Palawakya, seperti pembaca sloka sarasamuccaya
2.Kekawin, seperti Ramayana, Bharatayudha, Arjuna wiwaha, Lubdaka,Semaradhana

Adapun pujangga yang menciptakan karya-karya diatas adalah sebagai berikut:
1. Kekawin Ramayana karya Mpu Yogi Swara
2. Bharata yudha karya Mpu Sedah & Empu Panuluh
3. Arjuna Wiwaha karya Empu Kanwa
4. Lubdhaka karya Empu Tanakung
5. Semaradhana karya Empu Darmaja


III.Fungsi dharma gita
1. Untuk memuja Ida Sanghyang Widhi
2. Sebagai media memasyarakatkan ajaran agama
3. Untuk memotivasi umat mencintai agamanya

IV. Tujuan dharma gita
1. Untuk memasyarakatkan ajaran agama lewat media seni suara
2. Untuk memberi sentuhan rasa ksucian & kekhusukan dalam pelaksanaan upacara agama
3. Untuk memberi dorongan kepada kita agar menghargai karya seni dan lebih mencintai kebudayaan warisan leluhur berupa seni surara.

V. Materi dharma gita
Dharma gita diabadikan kepada keagungan agama ,materinya bersumber pada kitab suci veda. Dharma gita merupakan hasil karya yang sangat luhur,oleh kerena itu selalu sesuai dengan jaman.

VI. Bahasa
1. Bahasa sansekerta (palawakya)
2. Bahasa jawa kuno ( kekawin )
3. Bahasa daerah setempat /bali (sekar alit)
4. Bahasa indonesia
Terakhir diperbaharui: March 02 2015 12:20:32. 


BACA JUGA:

KESUSASTRAAN TEMBANG (Sekar Rare, Alit, Madia, Agung)
Lirik Lagu Anak-Anak (Gending Rare) Daerah Bali
Nilai-Nilai Karakter yang Terdapat dalam Sekar Rare


DOWNLOAD
atau

KESUSASTRAAN TEMBANG (Sekar Rare, Alit, Madia, Agung)




PUPUH (SEKAR ALIT):
Ø Yening selehin ring kesusatraan Bali, kakawin, kidung, pupuh punika rumasuk ring kesusatraan Bali Purwa sane marupa Puisi (sastra tembang).

Ø Wangun tembang ring Bali wenten kaepah dados petang soroh luir:
a. Sekar rare (tembang rare kanggen ngarum-rum rare mangda nenten crewet)
Contoh: Ratu anom metangi meilen-ilen, ratu anom matangi mailen-ilen
             Dong pirengan punyin sulinge dijaba, dong pirengan munyin sulinge dijaba……..
b. Sekar alit (sekar macepat duaning kawacen pat-pat))
Contoh: Jani jumunin malajah, awak lekad suba kelih, tiru-tiru kapatutan, sastra ane anggon
             suluh, nyuluhin raga makejang, ala becik, sastra ne ditu ngajarang.
c. Sekar madya (Tembang tengahan / Kidung karipta duk pamadegan dalem watu renggong ring gelgel abad      ke 16)
Contoh: Purwa kaning angripta rum, ning wana ukir kahadang labuh, kartika panedenging
             sari, angayon tangguli ketur, angring-ring jangga mure. (kidung wargasari)
d. Sekar agung (kakawin / sekar gede)

Contoh: Stuti nira tan tulus sinahuran paramarta siwa (pangawit)
             Anaku huwus katon abimatan ta temun ta kabeh (pangenter)
             Ana panganu grahang ku cadusakti winimba sara (Pangumbang)
             Pasupati sastra kastu pangarannia nihan wulati (pamada)

Ø Pupuh inggih punika wangunan tembang sane ngeranjing ring sekar alit

Ø Pupuh kaepah dados 10 luir ipun: sinom, semarandana, mijil, maskumambang, pucung, pangkur, ginada, ginanti, durma lan dangdang gula.

Ø Uger-uger Guru sajeroning Pupuh:
• Pada Lingsa : kecap wanda (suku kata) miwah wangun suara ring panguntat sajeroning acarik (baris) lan akeh carik sajeroning apada.
• Guru wilang: uger-uger kecap wanda sajeroning acarik (jumlah suku kata dalam setiap baris).
• Guru dingdong: uger-uger wangun suara ring panguntat sajeroning acarik (banyaknya suara vocal dalam satu baris).
• Guru gatra: uger-uger ketah carik sajeroning apada (banyaknya baris dalam satu bait)

Ø Wenten lelima paindikan sane keni katureksa sajeroning lomba ngwacen sekar alit:
1. Tikas : abah miwah tata busana
2. Onek-onekan : kapatutan ngawacen
3. Reng suara : suara sane jagi nudut kayun
4. Guru dingdong : kapatutan suara panguntat carik
5. Raras : ekspresi/ penjiwaan

KIDUNG (SEKAR MADIA):
v Kidung inggih punika: Reriptan sane nganggen tembang tengahan ring Bali.
v Kidung/Sekar Madia kabanda antuk uger-uger kecap wanda miwah labuh suara panguntat sajeroning apada.
v Kidung kabaos sekar madia, dauaning tembange puniki wenten ring pantaraning sekar alit miwah sekar agunng. Sajeroning nembangan sekar madiane punika, suara wenten ring tengahin lidah.
v Uger-uger Guru sane ngiket sajeroning apada sekar madia wantah:
1. Guru wilang : uger-uger kecap wanda sajeroning acarik (jumlah suku kata dalam setiap baris).
2. Guru dingdong : uger-uger wangun suara ring panguntat sajeroning acarik (banyaknya suara vocal dalam satu baris).
v Kocap masa pangripta kidunge ring Bali sadaweg pamadegan Dalem Waturenggong ring gelgel, duk abad ke-16.
v Wenten makudang tembang-tembang tengahan sane katami ring Bali rauh mangkin inggih punika: kidung wargasari, kidung tantri, kidung putrusaji, kidung kundangdeya, kidung rereg mengwi, kidung alis-alis ijo, kidung bimaswara, kidung adri, puh jerum, puh demung, msl.

KAKAWIN (SEKAR AGUNG):
J Kakawin/sekar agung inggih punika tembang Baline sane kabanda antuk uger-uger Guru, Laghu, Wretta, miwah matra.
1. Guru mateges suara abot, suara panjang, suara ngileg utawi kecape sane katembangan molah, panjang ngawilet. Guru kapalih dados tiga inggih punika: guru Haswa (guru bawak), Guru dirgha (guru panjang), miwah Guru pluta (guru panjang tur ngileg)
2. Laghu mateges suara ingan, suara bawak, suara nylocor utawi kecape sane katembangan antar bawak.
3. Wretta mateges kecap wanda utawi gebogan wanda sajeroning acarik.
4. Matra mateges pawangun gurulaghu sajeroning acarik.
J Sajeroning apada wirama kawangun antuk petang carik, sakewanten wenten taler pada wirama sane kawangun antuk tigang carik sane kabaos Rahitiga utawi Utgatawisama. Carik kapertama sajeroning wirama kabaos Pangawit, carik kaping kalih kabos Pangenter, carik kaping tiga kawatanin Pangumbang, miwah carik kaping pat kawastanin Pamada. Ring wirama Raitiga nenten wenten Pengenter.
J Ring sor puniki kabaosang makudang-kudang murdan kakawin:
1. Kakawin Ramayana kakawi antuk “Mpu Yogiswara”
2. Kakawin Bharatayudha kakawi antuk “Mpu Sedah miwah Mpu Panuluh”
3. Kakawin Arjuna Wiwaha kakawi antuk “Umpu Kanwa”
4. Kakawin Sutasoma kakawi antuk “Mpu Tantular”
5. Kakawin Siwalatrikalpa kakawi antuk “Mpu Tanakung”
6. Msl.


BACA JUGA
Nilai-Nilai Karakter yang Terdapat dalam Sekar Rare
Lirik Lagu Anak-Anak (Gending Rare) Daerah Bali
Dharmagita


DOWNLOAD
ATAU

Lirik Lagu Anak-Anak (Gending Rare) Daerah Bali

Meong-Meong :
Meong meong alih ja bikule
Bikul gede gede
Buin mokoh mokoh
Kereng pesan ngerusuhin
Juk meng… Juk kul..

Dadong Dauh
Dadong dauh ngelah siap putih
Suba metaluh reka
Minab ada limolas taluhne
Nangih lacur ada nak nepukin
Anak cerik cerik
Anak cerik cerik
Keliwat usil ipun

Juru Pencar
Juru pencar juru pencar
Mai jalan mencar ngejuk ebe
Be gede gede
Be gede gede
Di sawana ajaka liu

Putri Cening Ayu
Putri cening ayu
Nongos ngijeng jumah
Meme luas malu
Ke peken meblanja
Apang ada daharang nasi
Meme tiang ngiring
Nongos ngijeng jumah
Sambilang mempumpun
Ajak tiang dadua
Di tekane nyen gapgapin
Kotak wadah gerip
Jaja megenepan
Ane luwung luwung
Megenep isine
Apang ada aji satus

Bibi Rangda
Bibi bibi rangda apang durus karyan
Bibi mejauman kelod kangin jumah dane jegeg leseng
Suba jani keto tiang ngaba aled munyi
Sesanganan kaon jaja sirat kekuluban bungan duren
Duren duren ijo semangkane kuning gading
Kanti lampa nguda salak nangka kaliasem mangeronce

Ratu Anom
Ratu anom metangi meilen-ilen
Ratu anom metangi meilen-ilen
Dong pirengang munyin sulinge di jaba
Dong pirengang munyin sulinge di jaba
Nyen ento menyuling di jaba tengah
Nyen ento menyuling di jaba tengah
Gusti Ngurah Alit Jambe Pemecutan
Gusti Ngurah Alit Jambe Pemecutan

Made Cenik
Made Cenik
Lilig montor ibi sanja
Lilig montor ibi sanja
Montor Badung ke Gianyar
Montor Badung ke Gianyar
Gedebege muat batu
Batu Cina
Batis lantang cunguh barak
Batis lantang cunguh buruk
Mangumbang umbang I Jodar
Mangumbang umbang I Jodar
I Jodar matetulupan
Jangkak jongkok
Menyaru menyoncong jangkrik
Menyaru menyoncong jangkrik
Jangkrik kawi Nilotama
Jangkrik kawi Nilotama
Nilotama tunjung biru
Tunjung biru
Margi I Ratu mesiram
Margi I Ratu mesiram
Mesiram saling enggokin
Mesiram saling enggokin
Tepuk api dong ceburin



DOWNLOAD
ATAU


Nilai-Nilai Karakter yang Terdapat dalam Sekar Rare


Dalam sekar rare atau gendingan rare terdapat nilai – nilai pendidikan karakter. Nilai  Sekar Rare merupakan nilai-nilai yang harus di terapkan pada anak-anak untuk membentuk karakter anak sejak dini. Adapun nilai karakter yang terdapat dalam masing-masing  bait lagu sekar rare yaitu:

Jenggot uban
Kaki – kaki de ngude mebok,
di beten cunguhe teken di jagute,
neked ke pipine bek misi ebok,
buin putih buka kapase.

Makna dari lagu jenggot uban ini adalah dalam sekar rare ini, pembentukan karakter yang tertuang dalam lagu jenggot uban adalah ( 1 )memberikan pendidikan kepada anak- anak bahwa perlu kita menghargai orang tua, itu adalah ethika ,  (2) orang tua itu pengalaman hidupnya sudah banyak dari yang pahit getirnya, kita untuk harus banyak meminta tuntunan, untuk mengarungi kehidupan dari  anak – anak menjadi remaja, dari remaja menjadi dewasa, dari dewasa menjadi tua, (3) keserasian dari orang tua itu ada rambut, ada kumis, ada jenggot, ada kales dia tidak pernah memperhatikan membersihkan  diri dan lebih banyak  menekuni kewajibannya sebagai orang tua dia tidak bersolek kagi dia tidak kena pengaruh duniawi  karena sudah sebagai kakek, itu berarti mengurangi kegiatan untuk mencari duniawi, karena sudah masuk kealam wanaprasta dia harus banyak mendidik, membina bawahannya yaitu anak, cucu untuk mengarahkan kearah kebanaran. Setelah kita menjadi orang tua tetap memberikan ajaran kebenaran walaupun anak itu anak kita kalau dia itu sudah kita salahkan,  tidak boleh memanjakan anak itu kalau anak itu salah, salah dia tidak ditegur berarti orang tuanya yang salah, kesimpulannnya orang itu harus mengerti dengan ajisesana dan anak itu melaksanakan yang disebut putrasesana

Siap Sangkur
Siap sangkur di natahe noltol jangung gung gung,
siap srawah kakak – kekek nagih menang nang, nang,
awak lacur nagih ngelah motor sangkur,
awak pawah nagih milu makpak kacang cang, cang

Didalam lagu sekar rare ini tertuang nilai ke pada anak bahwa sebagai seorang anak itu tidak boleh sombong kepada orang lain dan bisa menghormati orang lain. Nilai pendidikan yang terkandung dalam sekar rare ini kalau tidak mampu janganlah sombong dan tahu etika terhadap orang lain.

Putri  Cening Ayu
Putri cening ayu,
ngijeng cening jumah,
meme luas malu,
ke peken meblanja,
apang ade daaran nasi.
Meme tiang ngiring,
ngijeng tiang jumah,
sambilange ngempu ajak tiang dadua dumulihne dong gagapin.

Dalam pembentukan karakter dalam sekar rare putri ayu ini, di mana seorang anak diajarkan untuk mematuhi nasehat orang tua dan diberikan tanggung jawab oleh ibunya, dia diberikan dimulai dari tanggung jawab sebagai seorang wanita apa yang harus disiapkan dirumah  pada saat ibunya pergi untuk mencari kehidupan untuk dibawa pulang, untuk menyambung kehidupan anak - anaknya , tidak mengingkari perintah dari orang tua dan apa yang dilakukan orang tua tersebut untuk anaknya juga dan dari segi pendidikan yang didapat dalam sekar rare ini kita tidak boleh membantah nasehat dari orang tua atau disebut pengendalian diri.

Meong – meong
Meong – meong,
Alih je bikule,
Bikul gede – gede,
Buin mokoh – mokoh,
Kereng pesan ngerusuhin,
Juk meng juk kul.
Dalam sekar rare sistem pembentukan karakter yang tertuang dalam lagu meong – meong adalah untuk membentuk kepribaian anak  bagaimana menjadi seorang manusia itu harus bisa bijaksana dalam melakukan suatu perbuatan sesuai dengan kewajiban, dapat beriteraksi, bekomunikasi dengan kawan sepermainanya, dari segi nilai pendidikan kita diajarkan untuk membela kebenaran.

Juru Pencar
Juru pencar juru pencar
mai jalan mencar ngejuk ebe,
 be gede – gede  be gede – gede di sawana ajake liu

Dalam lirik lagu yang sederhana ini terkandung nilai perjuangan seorang nelayan yang harus tetap mencari penghidupan di laut dalam kondisi apapun. Hasil laut dapat di manfaatkan semaksimal mungkin untuk kepentingan bersama sesuai dengan kepentingan dan upaya yang dilakukan. Selain itu lagu ini menyiratkan nilai solidaritas social yang tinggi serta kearifan untuk mengetahui bagian-bagian dari laut yang menjadi tempat berkumpulnya ikan-ikan.



DOWNLOAD
ATAU